Kerjasama dengan Center of Indonesia Policy Studies, PPI Australia selenggarakan Career Talks 2021 : Becoming a Public Policy Researcher

Peneliti kebijakan publik (public policy researcher) memiliki peranan penting dalam penyusunan konsep suatu kebijakan yang berkualitas hingga akhirnya diputuskan oleh Pemerintah menjadi kebijakan publik. Urgensi riset di dalam kebijakan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan saat masyarakat menantikan kebijakan yang tepat dan bermanfaat luas kepada masyarakat.  Namun demikian, seringkali mahasiswa dan pelajar tidak banyak yang mengetahui betapa pentingnya peran peneliti kebijakan publik tersebut. 

Oleh karena itu, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPI Australia) bekerjasama dengan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) membedahnya dalam Career Talks yang bertajuk “Becoming a Public Policy Researcher”. 

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, M. Imran Hanafi, mengapresiasi dan mendukung Career Talks 2021 yang diselenggarakan oleh PPI Australia. Imran Hanafi berharap kegiatan seperti ini sering dilakukan. Topik-topik menarik lainnya bisa diangkat juga. Lebih lanjut Imran Hanafi mengungkapkan bahwa think tank atau policy researcher merupakan karir yang sangat bagus ke depan. “Menjadi policy researcher merupakan pekerjaan yang sangat baik dalam rangka melahirkan public policy yang baik” pungkas Imran Hanafi.   

Talks itu sendiri disampaikan langsung oleh Executive Director CIPS, Rainer Heufers. Diskusi yang interaktif tersebut dimoderatori oleh Nisrina Ikbar, mahasiswa Master di Monash University, berlangsung sekitar satu jam. 

Rainer menyebutkan bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pelajar untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa Indonesia adalah dengan menjadi seorang public policy researcher. Ia pun menjelaskan bahwa CIPS, yang merupakan non-profit organization, memiliki visi untuk memajukan Indonesia. Ia menambahkan bahwa CIPS lebih berfokus pada penelitian dalam 3 bidang: 1) Food Security and Agriculture, 2) Education, 3) Community livelihood. 

Saat ini, CIPS sedang membuka kesempatan bagi pelajar, terutama pelajar/mahasiswa Indonesia di Australia, untuk magang menjadi peneliti disana dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Beberapa kualitas yang dicari dari calon pemagang adalah keahlian dalam menulis esai akademik dan sudah pernah mempublish jurnal sebelumnya.  

Rekaman kegiatan Career Talks 2021 : Becoming a Public Policy Researcher dapat dilihat pada link berikut.

Reportasi oleh Radikal Yuda & Nisrina Ikbar W