Yudhoyono given honor for strengthening ties with Australia
Written by Miko Kamal   
Tuesday, 09 March 2010 15:14

The Jakarta Post |  Tue, 03/09/2010 9:23 AM  |  National

President Susilo Bambang Yudhoyono has received an Honorary Companion of the Order of Australia from Governor General of the Commonwealth of Australia Quentin Bryce in Canberra.

Governor General Quentin Bryce bestowed the honor on Yudhoyono Tuesday for “strengthening Australia-Indonesia relations, and promoting democracy and development in Indonesia”, Australian The Sydney Morning Herald has reported.

Yudhoyono was greeted by Prime Minister Kevin Rudd as he arrived in Canberra this morning accompanied by an entourage of Cabinet ministers.

Yudhoyono will address the Australian Parliament and meet Rudd Wednesday.

Included in the presidential entourage are Foreign Minister Marty Natalegawa, Coordinating Economic Minister Hatta Rajasa, Sports and Youth Affairs Minister Andi Mallarangeng, Cabinet Secretary Dipo Alam, Environment Minister Muhammad Gusti Hatta, Trade Minister Mari Elka Pangestu, Defense Minister Purnomo Yusgiantoro and Investment Coordinating Board chief Gita Wirjawan.

Australian Trade Minister Simon Crean will meet Pangestu Tuesday afternoon. Discussions will include a possible free trade agreement.

A feasibility study was conducted on such a deal last year, but it is believed resistance within Indonesia to bilateral trade deals and concerns about the impact of China as a trade competitor have cooled progress.

A number of Indonesian governors also accompanied the President, including Papua Governor Barnabas Suebu, West Papua Governor Abraham Ataruri and Bali Governor Mangku Pastika, Antara news agency reported

There are expectations that a deal on handling the rising number of asylum seekers traveling through Indonesia and on to Australia may be struck during the visit.

 
Indonesian president arrives in Australia
Written by Miko Kamal   
Tuesday, 09 March 2010 11:20

March 9, 2010 - 9:36AM


Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono has arrived in Australia for a three-day visit.

His plane touched down in Canberra at 8.54am today.

Dr Yudhoyono was met at the Fairbairn Defence Establishment by Governor-General Quentin Bryce and Prime Minister Kevin Rudd.

Later today the president will hold talks with Mr Rudd and various government officials.

Tomorrow he will make an historic address to a joint sitting of the Australian parliament, the first by an Indonesian president.

Border security, counter-terrorism and illegal fishing are all expected to be on the agenda when Mr Rudd and Dr Yudhoyono sit down for talks.

Dr Yudhoyono is being accompanied by his wife Ani.

The president received a ceremonial welcome from the Federation Guard before accepting an invitation to inspect the Australian military contingent.

 
Tiba di Canberra, SBY Disambut PM Australia
Written by Miko Kamal   
Tuesday, 09 March 2010 11:16

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews


Canberra - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Canberra, Australia. Presiden SBY disambut langsung oleh Perdana Menteri Australia Kevin Rudd.

Seperti dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (9/3/2010), Presiden SBY menginjakkan kaki di Ibukota Canberra pada Selasa pagi, pukul 08.54 waktu setempat.

Setibanya di Canberra, Presiden disambut oleh Gubernur Jenderal Australia Quentin Bryce dan Perdana Menteri Kevin Rudd. Presiden SBY juga menerima sambutan kenegaraan dari Federation Guard sebelum menjelajahkan kakinya di benua Australia.

SBY dan PM Kevin Rudd kemudian melakukan pembicaraan bilateral dengan disertai oleh berbagai pejabat pemerintah lainnya. Masalah keamanan perbatasan, isu terorisme, dan penangkapan ikan ilegal diperkirakan akan menjadi topik pembicaraan keduanya. Selain itu, keduanya juga akan mendiskusikan masalah 3 pengedar narkoba yang berkewarganegaraan Australia yang tengah menghadapi hukuman di Indonesia.

Kesokan harinya, Rabu (10/3), Presiden SBY akan melakukan pidato bersejarah di hadapan parlemen Australia. Hal ini pertama kalinya dalam sejarah dilakukan oleh seorang Presiden Indonesia.

(nvc/nrl)

 
Siap-siap, Jatah Beasiswa ke Australia Ditambah
Written by Miko Kamal   
Monday, 08 March 2010 20:10
Laporan wartawan PERSDA Hasanuddin Aco
Senin, 8 Maret 2010 | 16:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan membicarakan kemungkinan penambahan jatah beasiswa bagi mahasiswa Indonesia belajar di Australia. Penambahan jumlah beasiswa merupakan satu dari sejumlah hal yang akan ditawarkan pemerintah Indonesia dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan ke Australia.

Selain bidang pendidikan, pemerintah juga membicarakan masalah bidang ekonomi lainnya, di antaranya peningkatan volume perdagangan dalam konteks kerjasama swasembada pangan terutama terutama swasembada sapi, kerjasama investasi, dan sejumlah agenda ekonomi lainnya.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengutarakan beberapa rencana pokok kerjasama tersebut kepada pers usai rapat koordinasi (Rakor) menteri perekonomian di Jakarta, Senin (8/3/2010). "Mengenai FTA (free trade area) tidak dibahas," jawab Hatta ketika ditanya pers apakah dalam pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Australia itu ikut dibahas soal FTA kawasan.

Malam ini, Presiden dan rombongan dijadwalkan bertolak ke Canberra, Australia, untuk mengawali kunjungan (kenegaraan) ke Australia dan Papua Nugini. Rakor menko perekonomian hari ini membicarakan antara lain soal rencana kunjungan kenegaraan tersebut.

 
KIPI 2010
Written by Admin Website   
Friday, 19 February 2010 12:05

KIPI, Konferensi Internasional Pelajar Indonesia, The Indonesian Student International Conference is a conference organised by Australia Indonesian Student Association in collaboration with Victorian Branch and its 8 sub-branches include University of Melbourne , RMIT University, La Trobe University, Victoria University, Deakin University, Swinburne University, Monash University and Holmes Institute.

Hosted by Victoria University, you are invited to think of Education in Indonesia under the theme Thinking of Home While Away: The Contribution of Indonesian Students Studying Overseas for Education in Indonesia. The Conference provides a forum for students, academicians, educational administrators, researchers, and policy makers to promote discussion and share practices and expertise on the educational policy and practices in Indonesia from both local, national and global perspective.

This conference is held with a wide-ranging participation and support. The main student organization, PPIA (Indonesian Student Association of Australia) – a forum of more than 18,000 Indonesian students in Australia – has been most actively involved in the preparation of this Conference. Through this event, Indonesian students in Australia and those studying overseas wish to present their work, thoughts, and hopes for a better Indonesia by focusing on Education – the backbone of a nation.

Further information visit our website at www.kipi-2010.org.

 
Selamat Datang Putra Putri Bangsa!
Written by Admin Website   
Friday, 19 February 2010 12:03

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Halo semua,

Tahun ajaran baru datang menjelang. Di tengah beragam kesulitan yang masih mendera bangsa, tidak lama lagi pula putra-putri bangsa yang beruntung dari seantero negeri akan menjejakkan kaki di negeri Kangguru buat menuntut ilmu. Bulan Februari adalah waktu yang ditunggu-tunggu untuk mulai menjajal suasana baru yang akan mendatangkan pengalaman baru. Suasana baru tidak terbatas hanya pada kampus baru ataupun teman baru, tapi juga budaya baru yang terkadang bisa menjadi rintangan yang mengganggu.

Sebagai organisasi pelajar Indonesia di Australia, izinkan kami menyerukan salam hangat SELAMAT DATANG di Australia. Terimalah uluran tangah hangat sobat-sobatmu dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) yang mengulur mulai dari Western Australia, Queensland, New South Wales, Australian Capital Territory, Victoria sampai ke South Australia.

Insya Allah, bersama-sama dari Australia kita mulai membangun masa depan kita yang lebih baik. Dari Australia pula kita berusaha menegakkan kepala bunda pertiwi agar suatu saat kelak bisa tegak setara dengan kepala-kepala lain di dunia.

Sebagai pelajar kita adalah duta bangsa. Tidak berlebihan, bila perilaku kita dianggap sebagai cerminan bangsa. Karenanya, kewajiban bersama pelajar Indonesia di Australia adalah menjaga nama baik bangsa dan negara.

Sungguhpun Australia terkenal sebagai negara yang aman, kewajiban untuk senantiasa berhati-hati tidak boleh dilupakan.

Sekali lagi, SELAMAT DATANG putra-putri bangsa yang beruntung; tidak peduli apakah beruntung karena kemurahan hati si baik hati atau karena orang tua yang sedang berezeki.

Sydney, January 2009

Miko Kamal

Presiden PPIA 2009-2010

 
Pemberitaan seputar Siaran Pers PPI Australia terkait Kasus KPK vs Polri
Written by Admin Website   
Tuesday, 10 November 2009 12:33

PPI Australia Prihatin Hukum Dijual Murahan Adelaide - Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum perlahan sirna dan terjerembab oleh fakta keadilan dalam sistem hukum nasional, yang diperdagangkan dengan cara murahan. Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Pusat yang diterima detikcom melalui surat elektronik, Kamis (5/11/2009) petang ini atau siang WIB.

Read more...
 
Hasil Kongres XVI dan Susunan Pengurus PPIA Pusat 2009/2010
Written by Febry   
Friday, 09 October 2009 00:00

SALAM PPIA!! (*Baru)

 

Setelah melalui proses pemilihan sesuai dengan AD/ART PPIA 2008, maka melalui pemilihan langsung dalam Kongres XVI PPIA Pusat yang melibatkan sekitar 30-an utusan cabang dan ranting PPI se-Australia, telah terpilih Miko Kamal sebagai Ketua Umum PPIA Pusat untuk periode 2009/2010 yang ditetapkan melalui SK. No:Tap-03/Kongres/VIII/09 tanggal 1 Agustus 2009.

Read more...
 

Facebook PPIA



Twitter PPIA